Dewi Blog

Pages

  • Beranda
Get Free Music at www.divine-music.info
Get

✿◕ ‿ ◕✿

About Me

Foto Saya
Princess Dewi
I try not become a woman of success but rather to become a woman of value, significance, quality & inspiration in life. God has not called me to be successful but God has called me to be faithful. If I die tomorrow. I'd be alright, because I believe that after I'm gone the spirit carries on. What I do you can not do and what you do, I can not do. But we can all do small things, with great love, and together we can do something wonderful. Many people say that I am tomboyish but feminine, a lot of people say I am a nice person, many people say that my character is very difficult to predict. So, what do you think about me ?
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2012 (5)
    • ▼  Desember (2)
      • Review Film : Habibie & Ainun
      • Jagoan Ask The Young
    • ►  Mei (2)
      • Suka Duka Jadi Mahasiswa
      • Keuntungan Tetap Perawan Sebelum Menikah
    • ►  April (1)
      • Blog Baru

My Twitter

Tweets by @deewii_d

My Facebook

Princess Dewi

Buat Lencana Anda

Blog List

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Minggu, 23 Desember 2012

Review Film : Habibie & Ainun






Judul Film : Habibie dan Ainun
Sutradara : Faozan Rizal
Bintang : Reza Rahadian, Bunga Citra Lestari, Ratna Riantiarno, Tio Pakusadewo, Vita Mariana Barrazza, Mike Lucock, Bayu Oktora, Hanung Bramantyo, Teuku Rifnu Wikana


     Suatu hari di sebuah hanggar tua dalam kawasan IPTN, Bandung, Habibie (Reza Rahadian) bersama istrinya Ainun (Bunga Citra Lestari) menyempatkan diri singgah. Mantan Presiden RI ini menunjukkan sebuah pesawat yang berdebu Gatotkaca N250. Sambil menangis Habibie berkata : Untuk membangun pesawat itu saya kehilangan waktu 30 tahun bersama kamu dan anak-anak. Adegan yang membuat saya menitikkan air mata. Bagi saya adegan itu adalah best scene sari dari film Habibie & Ainun, kisah cinta Sang Teknokrat kepada bangsanya sekaligus pada keluarganya. Saya menganjurkan menonton film ini lepaskan pandangan politik, nikmati film ini seperti sebuah film drama cinta yang kebetulan menyangkut salah seorang mantan orang nomor satu di republik ini. Saya termasuk puas seperti ratusan penonton (didominasi kaum perempuan) yang memenuhi salah satu bioskop di kawasan Tangerang.

     Dari awal film yang disutradarai Faozan Rizal sudah memikat. Opening scene teriakan Ainun, ketika sedang bermain kasti di sebuah SMA di Bandung pada 1953, dia adalah seorang remaja yang kulitnya hitam dan agak gemuk, dilanjutkan dengan seorang guru fisika yang mempertemukan Ainun (dimainkan oleh Marsha Natika) dengan kakak kelasnya Rudi Habibie (waktu remaja dimainkan Esa Sigit) yang dimintai menjelaskan mengapa langit biru. Ainun fasih menjelaskan. “Kalian jodoh!” Cetus guru itu dengan logat masih berbahasa Belanda. Scene awal yang memuaskan saya, karena saya tahu pasti kasti adalah salah satu olahraga favorit anak sekolah masa itu dan guru-gurunya masih didikan Belanda. Begitu juga kostum dan potongan rambut pas.

     Cerita melompat ke Aachen, Jerman 1959. Habibie sudah menjadi mahasiswa jenius yang lulus program diploma engineur konstruksi pesawat terbang dalam waktu 4 tahun, mahasiswa lain rata-rata 6 tahun,  hingga memikat para teknokrat di negeri itu. Dalam salah satu adegan dia digambarkan menderita TBC hingga harus dibawa ke rumah sakit. Ada dialog antar suster yang menyentak : dia dari Indonesia, lalu yang lain berkata : Indonesia di mana ya?

     Adegan bergulir ke kota Bandung 1962 menjelang lebaran, Habibie diminta ikut adiknya Fanny Habibie mengantar makanan ke Jalan Rangamalela, rumah Ainun. Lalu Habibie teringat kembali masa SMA ketika dia didorong oleh kawan-kawannya mengatakan Ainun kamu gula jawa, hitam dan gendut. Tapi Ainun cuek saja. Namun ketika bertemu Ainun yang sudah menjadi dokter, Habibie terpukau : Kamu sudah semanis gula pasir. Dia jatuh cinta. Ainun terpikat atas kesederhanaan Habibie.



     Habibie pun menikah dengan Ainun. Dia mengalahkan “kompetitornya”.  Saya suka adegan lima anak muda bertandang ke rumah Ainun dengan mobil, tetapi ia memilih jalan dengan Habibie. Mereka hanya melongo dan ayah Ainun malah menyilahkan para tamunya mengobrol bersamanya. Adegan dansa twist masa itu benar-benar nostalgia 1960-an.

     Kisah cinta mereka berlanjut di Jerman, bertahan hidup dalam kesederhanaan. Beberapa adegan menyentuh, seperti Habibie berjalan tertatih-tatih mencari nafkah tambahan di hamparan salju. Kakinya terluka karena sepatunya bolong. Lalu ia tambal dengan kertas rancangan kerjanya. Ainun diceritakan sempat goyah dan hendak pulang ke Indonesia. Namun akhirnya kedua anak mereka lahir di Jerman hingga akhirnya Ainun jadi dokter anak.

     Akhirnya Habibie dipanggil mengabdi ke Republik dan sejarah mencatat ia tidak saja menristek, tetapi juga menjadi Presiden RI. Kisah Habibie dan Ainun selama masa Orde Baru juga tak kalah mengundang aplaus saya. Terutama pada kharakter seorang pengusaha bernama Sumohadi (dimainkan dengan baik oleh Hanung Bramantyo), tipikal pengusaha lihayi masa itu, lebih tepatnya seorang broker proyek yang berusaha mendapatkan keuntungan dari Habibie melalui jalan belakang.  Sementara Habibie  sendiri menginginkan proyek  melalui tender.Cara Sumohadi menggoyahkan Habibie mulai dengan menyusupkan arloji emas ke dalam parcel. Ainun gusar dengan hal itu dan meminta arloji dikembalikan. Sumohadi tak kehabisan akal ia pun mengirim perempuan, hingga menyuap terang-terangan. Benar-benar gambaran intrik di lingkaran elite masa itu. Sementara adegan kejadian politik digambarkan lewat potongan berita media cetak maupun televisi. Hal-hal ini dikemas dengan apik sampai ending film ini yang sudah bisa diketahui oleh rata-rata penonton film ini.

     Kelebihan lain film ini adalah pada akting Reza Rahadian. Sekalipun tidak mirip Habibie secara fisik, tetapi cara berjalan, cara bicara/logat bicara mirip dengan Habibie. Bunga Citra Lestari tidak telalu memukau di awal cerita, tetapi pada paruh akhir film dia pun ikut bersinar. Tentunya juga Hanung Bramantyo dan Teuku Rifnu Wikana (yang tampil dalam beberapa scene), benar-benar jadi orang yang menyebalkan sebagai pengusaha licik dan anak buahnya. Tentunya kehadiran aktor kawakan, Tio Pakusadewo sebagai Soeharto sekalipun cameo.

     Yang kurang pas adalah pemeran anak-anak Habibie dewasa yang tampak jarak umurnya tidak jauh dari Habibie. Ini mungkin persoalan jajaran make up yang kurang menggambarkan wajah Habibie dan Ainun sewaktu di usia paruh baya. Make up ini saya kira masih merupakan persoalan film Indonesia. Untungnya akting  pemeran anak-anak Habibie ketika dewasa ini lumayan. Tentunya juga produk placement yang berkeliaran dalam film ini, seperti merek sirup, biskuit, dsb. Ada adegan yang menurut saya tidak konsisten seperti mengapa bukan foto Soeharto yang diperankan Tio pakusadewo yang dipajang di dinding di samping foto Habibie   yang diperankan Reza Rahadian? Malah foto Soeharto asli. Secara keseluruhan bagi saya Habibie dan Ainun adalah film romantis historis yang brilian.



Diposting oleh Princess Dewi di 07.17 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Rabu, 05 Desember 2012

Jagoan Ask The Young

     Ini berawal ketika TL gue dibanjiri sama tweet salah satu temen gue yang penuh mention ke @asktheyoung (⌣́_ ⌣̀ ) Gue cek TL nya *kepo* sampai akhirnya gue masuk ke situs http://asktheyoung.com

     Hemh ternyata ada semacam kuis gitu, iseng-iseng gue coba ikutan ngetweet, sempet bingung juga sih mau ngetweet apa gue?!

     Lalu tercetuslah pertanyaan "kenapa bang toyib 3 kali puasa 3 kali lebaran ga pulang-pulang" ?

     Tanggal 6, gue online lagi, iseng buka twitter gw dan *jreng jreng jreng* gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaa mention gue banjir sama tweet-tweet orang yang ngejawab kenapa si bang Toyib gak pulang-pulang! Dan gue pun dapat mention BAHWA GUE TELAH MENJADI PEMENANG!



     :D Rasanya kayak meluncur bareng paus akrobatis menuju rasi bintang paling manis *kayak iklan kopi di tv ajah*

      Dan akun gue pun ada di websitenya http://asktheyoung.com/ sebagai salah satu pemenang! *Berasa kayak Selena Gowes* uppppsss :p



Diposting oleh Princess Dewi di 15.38 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Sabtu, 12 Mei 2012

Suka Duka Jadi Mahasiswa

Sekedar humor, seputar kehidupan mahasiswa. Jadi Mahasiswa emang ada enak dan gak enaknya. Teori "4D+1T" (Datang, Duduk, Diam, Dengar, Tidur) adalah ideologi yang di pegang teguh sampai DO mati, jumlah absensi yang bolong saking banyaknya sampe gak bisa di tambal lagi oleh tukang tambal ban, belum lagi jumlah pinalti dari dosen karna datang terlambat, gimana gak di usir dari ruangan, datang paling awal setengah jam sebelum pelajaran selesai, dan yang paling parah berdasarkan catatan rekor "Mahasiswa Ngaret", Susah payah kuliah jangan sampai setelah lulus mahasiswa bakal jadi kayak gini, hadehhhhhhh jangan dehhhhhh!!!! :D Ya tuhan tolong lah Dewi, Amiiinnnnn!!! hahahahaha.

       1. Mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer (Informatika)
humor ala mahasiswa
OP Warnet

      2. Mahasiswa Jurusan Teknik Komputer
humor ala mahasiswa
Tukan Servis Komputer

       3. Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro
humor ala mahasiswa
Tukang Servis TV/Radio

       4. Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan
humor ala mahasiswa
Tukang Sapu

       5. Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin
humor ala mahasiswa
Montir

       6. Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
humor ala mahasiswa
Kuli Bangunan

       7.  Mahasiswa Jurusan Pertanian
humor ala mahasiswa
Tukang Sayur

       8. Mahasiswa Jurusan Perikanan
humor ala mahasiswa
Tukang Jual Ikan

       9. Mahasiswa Jurusan Kedokteran
humor ala mahasiswa
Tukang Sunat

       10. Mahasiswa Jurusan Keperawatan
humor ala mahasiswa
Baby Sitter

       11. Mahasiswa Jurusan Kebidanan
humor ala mahasiswa
Dukun Beranak

       12. Mahasiswa Jurusan Dokter Hewan
humor ala mahasiswa
Tukang Jagal

       13. Mahasiswa Jurusan Geofisika
humor ala mahasiswa
Tukang Gali Sumur

       14. Mahasiswa Jurusan Perminyakan
humor ala mahasiswa
Tukang Minyak

       15. Mahasiswa Jurusan Kehutanan
humor ala mahasiswa
Tukang Kayu Bakar


       16. Mahasiswa Jurusan Farmasi
humor ala mahasiswa
Tukang Obat


       17. Mahasiswa Jurusan Kimia
humor ala mahasiswa
Tukang Jamu

       18. Mahasiswa Jurusan Arkeologi
humor ala mahasiswa
Tukang Gali Kubur

       19. Mahasiswa Jurusan Seni Rupa
humor ala mahasiswa
Tukang Cat

       20. Mahasiswa Jurusan Seni Musik
humor ala mahasiswa
Pengamen


       21. Mahasiswa Jurusan Tata Boga
humor ala mahasiswa
Tukang Jual Gorengan

       22. Mahasiswa Jurusan Tata Busana
humor ala mahasiswa
Tukang Jahit

       23. Mahasiswa Jurusan Matematika
humor ala mahasiswa
Dukun Togel
Diposting oleh Princess Dewi di 19.40 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Keuntungan Tetap Perawan Sebelum Menikah

     Dunia modern membawa perubahan dalam kehidupan seksual masyarakat. Seks bebas tidak lagi terlalu dianggap tabu. Generasi muda makin permisif melakukan hubungan seks pranikah untuk memuaskan hasratnya. Tidak pria atau wanita, keperjakaan dan keperawanan bukan menjadi “barang” mahal.

   
     Beruntunglah bagi wanita yang menjaga keperawanannya dan menjauhi seks pranikah. Wanita ini terjaga dari berbagai masalah yang berhubungan dengan seks, meliputi masalah psikis maupun fisik. Dikutip dari Times of India, berikut ini keuntungan wanita menjaga keperawanan sampai akhirnya menikah: 

Bebas dari ketakutan hamil. Biasanya wanita yang kerap melakukan seks bebas, hatinya tidak tenang terkait dengan potensi kehamilan. Sekali pun alat kontrasepsi membantu mencegah hal itu, tetap saja tidak menjamin sepenuhnya pelaku wanita tidak hamil. Wanita yang menjaga diri dari seks bebas ini hatinya akan tentram dari perkara kehamilan. 

Terhindar dari penyakit seks menular. Penyakit seks menular (PMS) akrab menyambangi pelaku seks bebas. Gonorhea, sipilis, HIV/AIDS,dan penyakit seks lainnya lebih mudah menyerang pada pasangan yang hobi melakukan seks bebas. Kalau wanita masih perawan, tentu akan terjaga. 

Terjauhkan dari trauma seksual. Seringkali wanita yang melakukan seks pranikah punya psikis yang terguncang tatkala ditinggal putus kekasihnya. Dia merasa hatinya hancur, apalagi sang pria tidak mau bertanggung jawab atas perlakuannya telah menodai keperawanannya. Dan, wanita yang “masih suci” akan terhindar dari hal ini. 

Dibanggakan suami. Banyak pria yang merasa sangat beruntung mendapatkan istri yang masih perawan saat dinikahi. Dia bagaikan “malaikat kecil” yang masih terjaga. Kebanggaan suami inilah yang akhirnya menumbuhkan rasa sayang yang begitu besar dan tidak ingin kehilangan. Suami juga tidak akan mengungkit masa lalu dengan siapa saja istrinya pernah melakukan seks. Karena, faktanya memang istri belum pernah melakukan seks dengan siapa pun kecuali bersama suami. Kalau wanita sebelum menikah pernah melakukan seks pranikah,  konflik rumah tangga yang berhubungan dengan pengungkitan seks di masa lalu mungkin akan kerap terjadi. 

Lebih dihormati. Wanita perawan yang menjaga harga dirinya biasanya lebih dihormati. Pria akan mendekatinya dengan cara yang lebih santun. Lingkungannya pun memperlakukannya dengan lebih baik.
Diposting oleh Princess Dewi di 14.26 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Minggu, 29 April 2012

Blog Baru

     Setelah sekian lama enggak pernah nge-blog sampai lupa email & paswordnya, sekarang gw punya blog baru lagi deh. Capek juga abis meng-edit blog. Mulai dari nambahin akun Facebook, Twitter, dan lagu ke blog gw yang sederhana ini. Yang bikin capek sih koneksi internet gw yang bisa dibilang lemot abis  bikin capek nunggu gitu deh.
Diposting oleh Princess Dewi di 02.55 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru
Langganan: Komentar (Atom)
@ 2011 Dewi Blog; Theme design : Ray Creations